Nasib Perfilman Indonesia
Kenapa akhir-akhir ini banyak film-film Indonesia yang bertemakan “horor-seksual” yah?? Film horor tapi lebih banyak adegan seksualnya daripada porsi horornya itu sendiri. Apa sich yang dipikirkan sutradara yang membuat film dengan judul-judul seperti “Hantu Puncak Datang Bulan”, atau “Suster Keramas”, dan judul yang paling parah itu “Diperkosa Setan” atau “raped by Satan”
Please!! Apa kalian tidak bisa menyajikan film-film bermutu tinggi??? Apa kalian hanya mengejar unsur komersial semata???
Dan yang lebih parahnya lagi, aktor dan aktris film-film tersebut malah bangga dan merasa “tertantang” dengan adegan-adegan kontroversial yang mereka perankan di film-film tersebut. “Seperti ini peran yang aku cari….”, “Peran buka-bukaan di film ini cukup menantang!!!” dan komentar-komentar lainnya dari para aktor dan aktris film-film tersebut ketika ditanyai kenapa mereka mau bermain di film-film yang tidak memiliki unsur cerita tersebut. Saya rasa saya tidak perlu menyebutkan nama-nama dari aktor dan aktris tersebut karena saya yakin, Anda semua tahu dengan persis siapa yang sedang saya bicarakan.
Please!! Kepada para aktor dan aktris, kalian punya tanggung jawab moral sebagai public people. Tingkah laku kalian mungkin saja diikutin oleh para penggemar kalian. Jangan hanya mengejar uang semata. Masa kalian semua mau-maunya saja disuruh akting buka-bukaan hanya karena dibayar sedikit lebih mahal??